Jul 30, 2012

APA YANG SAYA TIDAK SUKAI DARI THE DARK KNIGHT RISES


Dari sekian banyak hal dan adegan yang saya sukai bahkan saya puja-puja (lebay) di The Dark Knight Rises kemarin namun masih ada yang mengganjal di hati saya. Hehe... Yap, berikut ini beberapa hal yang saya kurang sukai dari installment terakhir Nolan di film Batman-nya dan sebagian besar disini bersifat pribadi. Dan tentu saja bagi yang belum menonton-nya ini adalah ladang spoiler! XD


1. Durasi yang kelewat panjang.
Apa-apaan ini? Film Batman saja sampai menghabiskan waktu hampir 3 jam durasi-nya? Tepatnya 165 menit, lebih lama dari Avengers bahkan The Dark Knight, yang bagi saya itu saja sudah kelewat panjang. Film-nya bisa selesai dengan waktu 2 jam 10 menit saja atau sekitar 130 menit dan hasilnya akan sama. Hmmmph... tapi ini sifat-nya pribadi, jadi, it's ok. Karena bagi saya yang penting efektifitas, bukan "semakin panjang semakin epic".

2. Alur yang lamban.
Ya, untuk kasus yang ini sich, wajar ya namanya juga film Batman sudah begitu memang menjadi kebiasaan Nolan juga film-filmnya seperti ini jadi, yah, mau dibagaimanakan lagi...??? Dan masih, yang ini sifatnya pribadi. XD

3. Design tokoh yang diacak-acak.
Ya, ini beberapa keluhan saya terhadap tokoh-tokoh yang kurang sesuai dengan keinginan saya soal adaptasi-nya. mari kita cek.
► Selina Kyle / Catwoman.
Okay, ini sebetul-nya tidak masuk kategori "diacak-acak" sich, tapi tetap saya masukkan. Persoalan-nya cuma satu, kok saya tidak mendengar nama "Catwoman" disebut ya sepanjang film???
► Robin John Blake.
Apa-apaan ini??? Okay mungkin memang adegan terakhir di TDKR kemarin hanya merupakan nod / reference dan tidak akan pernah terealisasi tapi ini sungguh penghinaan terhadap sejarah Batman. Apa maksud dari "Robin" John Blake ini??? Robin itu adalah nama sebutan si tokoh bukan nama seseorang!!! Dan tidak pernah juga ada seorang bernama Robin John Blake yang menjelma jadi Robin atau Batman di komik!!! Hmmmph...
► Bane.
Ini yang paling parah. Kenapa origin dan penampilan Bane diubah sampai se-extreme itu??? Dari racun "venom" yang dibuang, hingga ukuran fisik dan kostum serta topeng-nya yang ikonik itu??? Ada apa ini??? Ok yang namanya perubahan memang pasti ada, hanya saja saya kecewa melihat ini semua. Lebih parah lagi, kenapa suara-nya dibuat bernada tinggi??? Kenapa Nolan tidak menggunakan nada rendah untuk Bane mengingat mulut-nya tertutup dan untuk karakter "keras" seperti Bane, sudah seharusnya mendapatkan nada "rendah" agar tidak terdengar konyol dan cheesy saat mendengarnya bicara. Yah, hidup memang pilihan. ;D

4. Adegan aksi.
Yaach, yang ini juga hampir sama dengan yang nomor 2, bagaimana lagi, memang sudah seperti itu style-nya Christopher Nolan untuk penggambaran adegan aksi. Ini cuma masalah selera pribadi sich. Karena selera saya adalah yang model "fight-cut scene" yang super cepat dan "slow-motion" dimana-mana, yah tahulah seperti siapa. Hehe... Jadi, ini tidak menjadi masalah besar kok sebetul-nya.

5. Poster!!!
Yah, ini dia, saya tidak mengerti kenapa tiba-tiba untuk theatrical poster-nya Nolan memilih tone yang sama dengan Batman Begins, yaitu dominan warna oranye dibanding abu-abu seperti di teaser-teaser posternya? Menurut saya lebih keren yang abu-abu itu. Karena, akan jadi seperti ini, Begins: Oranye. TDK: Biru. TDKR: Abu-abu. Wow, keren bukan?

Selain itu, saya kecewa juga dengan design-nya, saya lebih menyukai design dan model poster IMAX-nya dibanding poster theatrical-nya yang membuat lekukan wajah Batman tidak terlihat sama sekali karena pemilihan angle pencahayaan yang benar-benar membelakangi objek.


Bagaimana, kalau menurut kalian mana yang lebih keren?


Yah, begitulah kira-kira isi opini saya terhadap hal-hal yang saya tidak sukai di TDKR. Bagaimana kalau menurut kalian, apakah kalian setuju dengan saya, atau justru malah menyukai perubahan-perubahan tersebut?

Oh ya hanya sekedar info, film The Dark Knight Rises saat ini telah menghasilkan uang sebesar $537 juta diseluruh dunia dan masih akan bertambah lagi. Wow. Dahsyat bukan? Beruntung sekali ini semua gara-gara kasus penembakan tersebut sehingga semua orang penasaran akan film ini. Haha!!!








10 comments:

Rasyidharry said...

Hehe saya tahu perasaan pecinta komik yg pasti ngerasa kecewa kalau ada beberapa poin penting dalam komiknya yang dirubah dalam film. Tapi buat yg terjadi di TDKR kayaknya adalah hal yg bisa ditoleransi bahkan terasa perlu di beberapa bagian:

1.Kayaknya bukan hal yg bermasalah, karena tanpa disebutkan juga penonton udah berasumsi kalau Selina itu Catwoman.

2. Buat saya ini adalah bentuk keisengan Nolan sendiri. Emang sih ini nggak sesuai sama kontinuitas komikny. Tapi eksekusinya di TDKR saya rasa bisa diterima. Definisi Robin yg paling umum adalah sidekick dari Batman. Sedangkan John Blake sepanjang film diperlihatkan seolah sebagai sosok yg berjuang di jalan yg sama dan membantu Batman. Jadi bisa dibilang ini adalah Robin versi Nolan. Tapi toh Nolan juga nggak pernah mengatakan Kalau Robin John Blake adalah referensi buat Robin si sidekick

3. Tanpa melihat tpeng Bane yg asli kayaknya semua setuju kalau Tom Hardy keliatan serem dengan topeng versi film. Selain lebih realistis, coba bayangin kalau Bane pake topeng pegulat di TDKR, kayaknya malah bakalan norak dan kurang real, nggak sesuai sama tone Batman versi Nolan. Apalagi itu bisa ngingetin kita sama Bane versi "Batman & Robin" yg konyol.Dan kalau mau ditinjau dari segi karakterisasi atau motif sebab akibat yang menjadi basic pemahaman sebuah karakter dalam naskah, pemilihan topeng kayak di film itu emang terasa lebih pas.

Singkatnya Nolan pernah bilang kalau dia bakal ngebuat dunia Batman versi dia yg menurutnya pantas dan terbaik dalam film, nggak peduli sama protes dari pihakmanapun termasuk pecinta komiknya, jadi harap maklum hehe
Dan setuju, satu-satunya yg jelek di TDKR adalah theatrical posternya yg berasa terlalu klise, padahal teaser sama character posternya keren

FANBOY said...

@Rasyidharry:
Iya bro mank, wajar sich perubahan2 kaya gitu, gw sich udah biasa ngadepinnya, udah berfilm2 kaya gitu bahkan tokoh yg paling gw cintai (FF)... wkwkwk...

tapi sebetul-nya nggak mempengaruhi sich karna w puas banget ngliat TDKR. Banyak momen2 "straight from comics" diangkat disini. macam "Break The Bat" itu.. haha...

nah yg urusan poster ini mank gw juga bingung... duuuh, tapi, masih mending lah daripada Avengers yg cuma ngluarin 1 jenis poster buat theater... parah... hehe!!!

MOVIE BLOGGER said...

Gw cuma setuju sama nomor empat. andai saja ada "slow motion" pastinya buat film ini lebih keren. lainnya sih menurut gw wajar-wajar aja. hehee.

FANBOY said...

@MOVIE BLOGGER:
Iya tuch bro, ala Zack Snyder gitu!!! Haha!!! XD

Fariz Razi said...

Wah kalo saya malah ngerasa alurnya cepet bgt lho dari satu scene ke scene yg lain dan gak bertele-tele selama 3 jam kurang itu hehe

Btw mau nambahin seinget saya Bane itu suaranya diganti pake voice-over. Dulu kan sempet di preview opening nya dan banyak yg protes karena suara Bane tuh gak kedengeran/gak jelas, mungkin karena kerendahan itu. Makanya diganti pake voiceover supaya dialognya bane lebih jelas kedengeran, CMIIW.

Waduh kalo pake slow-mo mah TDKR bakal jadi klise dan generic bgt haha it's not Nolan's style :p

FANBOY said...

@Fariz Razi:
Oh ya? Waduh, bisa gitu yak, soalnya gw ngerasa bete sich waktu nonton... wkwkwk!!!

Nah iya itu mank sempet jadi pertimbangan gw juga, n, gw yakin permasalahan suara Bane ini pasti jadi dilema buat Nolan, karna dia udah ngebuat suara-nya Batman rendah, sehingga si Bane mesti dibedain supaya ketauan pas film nanti yg ngomong siapa.

Nah pas percobaan pertama dia pasti ngebuat-nya lebih rendah dari Batman n nggak working, nggak punya pilihan lagi akhirnya ya udah deh, di putusin untuk ngebuat nada tinggi demi ngejar deadline post-produksi n ngebuat suaranya jelas plus beda dari Batman.

Jiaah haha iya lah bro, jadi nya kaya gimana tuch ya film Bats banyak adegan slow-mo nya??? XD

It's all about style :D

Rasyidharry said...

Damn itu Breaking the Bat nggak nyangka bakal diliatan dengan cara yg semirip itu sama panel komiknya

Haha The Avengers tu salah satu film terbaik tahun ini tapi posternya salah satu yg terjelek deh

FANBOY said...

@Rasyidharry:
Yup, mank itu udah kaya "direct-to-film" halaman itu rasanya... wkwkwk...

Iya itu juga sempet ganjil juga sich, gw kira itu cuma teaser poster doank lho tadinya, jadi bakalan ada final theatrical poster nya lagi eh, nggak taunya udah cuma itu doank.. hmmm...

sama kaya si TDKR juga, malah gw kira tadinya itu cuma fan-made lho!!!! buset, nggak taunya itu resmi, duh... T.T

Tommy Winarta said...

Menurut saya pribadi sebagai fans DC, trilogi Batman versi nolan tuh epic banget dan 2 setengah jam lebih juga pas untuk membungkus semuanya hingga akhir. Apalagi ending yang kontroversialnya haha, IMHO film ini membuat The Av*ng*rs terlihat lebih seperti film yang kurang dewasa dan terlalu mengutamakan sisi fiktif, soalnya Nolan (kembali) menyuguhkan kisah yang realistis dan tidak mengesampingkan logika. Sayangnya bagi beberapa orng film nolan rada berat, tapi itu tergantung yg nonton sih haha. No offense

FANBOY said...

@Tommy Winarta:
Wah, saya Marvel Hardcore nich, pas donk? Hehe... XD

Kan seperti yang saya tulis diatas n di review TDKR saya juga, saya sangat mengagumi TDKR ini. Jauh melebihi BB & TDK memang.

Saya senang dan puas saat menonton-nya. Hanya saja saya ingin mengungkapkan hal-hal yang saya memang tidak suka. Aneh-kah? (".)

Nah, untuk bagian2 Avengers seperti film yg kurang dewasa dan terlalu "fiktif", hehe, wah, berati bro memang cuma membaca komik DC doank nich... XD

Karena, duh, harus saya jelaskan nich? Hehe...

Yah, singkat saja deh ya, ini hanya masalah tema dan genre bro. Itulah kenapa masing2 film memiliki target audience yang "unique". Dari yang selera-nya "A" sampai "Z".

Nah klo soal film Nol** rada "berat", haha, dari jenis, tema, dan genre sesungguh-nya doi bukan yg pertama dan satu-satunya kan yg menulis dan menyutradarai film model Thriller-Conspiracy seperti itu? XD

Dan, sekali lagi, ini hanya masalah selera. Karna, bahkan, saya juga menyukai film-film model konspirasi thrilling seperti tiu. Saya suka diajak berpikir saat menonton film. Namun, yah, itulah selera dan opini, sangat "random" dan "subjective".

Hehe... ;D